Pelapor Kasus Gunung Rancak: APH Tidak Boleh Takut Terhadap Tekanan

- Penulis

Kamis, 30 November 2023 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang. BeritaHarian_Nasiaonal, 30/11/2023. Kasus Dugaan tindak pidana korupsi BLT DD di Desa Gunung Rancak Kecamatan Robatal saat ini memasuki Babak baru, dimana pada hari Rabu 29/11/2023 Kejaksaan Negri Sampang menetapkan seorang tersangka inisial S.

Dalam Penetapan S sebagai tersangka kejaksaan Negri Sampang belum melakukan penahanan terhadap S dengan alasan ” Menjaga kondusifitas”.

Para pelapor yg terdiri dari (1.Saudi, 2.Subari, 3. Mat Hedi), meminta agar Kejaksaan Negri Sampang tidak takut akan tekanan dari Massa, apalagi Massa tersebut terindikasi berasal dari luar Desa Gunung Rancak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pelapor menilai, bahwa apa yang mereka sampaikan Massa Aksi itu semua tidak beralasan. Mereka menganggap itu adalah Sisa politik Pilkades. Menurutnya mereka melaporkan itu tidak ada urusannya dengan permasalahan Pilkades, tetapi Murni karena ada temuan Tindak pidana. Sebagai masyarakat yang taat terhadap hukum maka menjadi kewajiban untuk melaporkan apabila ada indikasi telah terjadi tindak pidana, termasuk salah satunya kasus BLT DD Desa Gunung Rancak. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa status kita dimuka hukum itu sama ( Equality before the law) jangan hanya karena dia seorang Kepala Desa tidak boleh diberikan sanksi pidana. Saya tegaskan sekali lagi, semua harus diperlakukan sama dimuka Hukum.

Sebagaimana telah diketahui, bahwa kerugian negara akibat dugaan korupsi BLT DD tersebut mencapai 260.000.000 berdasarkan hasil Audit Tim Inspektorat, dan hal itu dibuktikan dengan pengembalian yang dilakukan oleh Bendahara Desa Gunung Rancak saudara S.

Sementara itu, para pelapor meminta agar Kejaksaan Negri Sampang juga secepatnya menaikan status kades Gunung Rancak sebagai tersangka. Pasalnya, dalam kerugian tersebut jelas ada peran kepala Desa dalam pencairan dana Dana Desa tersebut. “Apalagi yang masih ditunggu?. Kalau sudah berulangkali mangkir dari panggilan, tentunya penyidik dapat melakukan panggilan paksa. Ini sudah tidak masuk akal, Masa kalau ada surat panggilan dari kejaksaan Negeri Sampang dia ( kades Gunung Rancak) langsung sakit”,Papar para pelapor.

Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Mei 2024 - 11:33 WIB

Tuntutan Transformasi Digital Ditengah Problem Mutu SDM.

Senin, 11 September 2023 - 19:07 WIB

Bea Cukai Madura Pastikan Perizinan Rokok Mudah Dan Gratis

Kamis, 3 Agustus 2023 - 14:34 WIB

Terkait Pembongkaran Tugu Silat, LHA PSHT Pamekasan Anggap Kapolda Jatim Buta Hukum”

Senin, 31 Juli 2023 - 07:54 WIB

“190 Calon Warga Baru PSHT Cabang Pamekasan Dikukuhkan Menjadi Warga PSHT “

Selasa, 18 Juli 2023 - 13:40 WIB

PERADI Pamekasan Gelar Rakor “Peningkatan Kualitas dan Perlindungan Anggota”

Rabu, 7 Juni 2023 - 19:19 WIB

Wakil Bupati Kabupaten Ketapang Hadiri Acara NPHD Dengan PP. Nahdlotul Ummah

Rabu, 31 Mei 2023 - 09:47 WIB

Mahfud MD Minta Selidiki Info Bocornya Keputusan MK

Jumat, 26 Mei 2023 - 14:31 WIB

Lebih Dekat dengan Mbah Harun, Jamaah Haji 2023 Tertua se-Indonesia Berusia 119 Tahun

Berita Terbaru

Nasional

Tuntutan Transformasi Digital Ditengah Problem Mutu SDM.

Minggu, 19 Mei 2024 - 11:33 WIB

Politik

KPU Sampang Lakukan Simulasi Pemungutan Suara

Selasa, 30 Jan 2024 - 17:51 WIB

Nasional

Bea Cukai Madura Pastikan Perizinan Rokok Mudah Dan Gratis

Senin, 11 Sep 2023 - 19:07 WIB